[Story] Ungkapan hati sang sahabat - Apa yang kita harapkan tak sanggup kita dapatkan










Aku merindukan dia, yang sudah pergi. Bukan dari duniaku namun dari sisi hatiku.









Kalau saja aku jauh, mungkin aku dan dia akan selalu bersama. Sampai detik ini juga.
Aku tidak tahu sebenarnya cinta itu seperti apa?
Ketika kau datang dan masuk ke dalam hidupku,
Aku berharap kau akan selalu menemani.
Namun, kau malah pergi. Menghilang begitu saja.
Dan kembali hanya untuk mengucapkan selamat tinggal.

"I want you never say goodbye!"

Sebenarnya apa makna cinta? Cinta! yang sudah membuatku jadi seperti ini! Cinta! yang sudah memporak-porandakan hatiku dan menyayatnya sampai berdarah. Aku yang terluka, disini. Karena dia.

Waktu berjalan begitu cepat. Terkadang membuatku tak sadar sampai dimana. Sampai dimana hatiku tinggal, sampai dimana aku menunggunya. Sampai dimana aku merasakan hal yang sama seperti biasanya. Dan sampai dimana aku sudah begitu sakit karenanya.

Aku mencintainya apa adanya, seperti tanpa kuharapkan ia masuk dalam kehidupanku. Aku mencoba untuk memahami apa maksud dirinya datang padaku. meminta diriku untuk menjadi tambatan hatinya, yang malah menggoreskan luka dalam hatiku dan pergi begitu saja.

Aku tak menyalahkan dirinya. Yang dulu pernah mencintaiku. Namun aku ragu apa dia benar mencintaiku? Kalaupun dia cinta, kemanapun aku pergi akan ia kejar dengan susah payah. Namun setelah sekian lama ia membiarkanku tanpa satupun kabar dan datang kembali hanya untuk mengucapkan selamat tinggal. Aku, telah terluka.

Alasannya cukup simpel, sampai membuatku tertawa tak sadarkan diri. Yang membuatku sampai menangis, meneteskan air mata dan tak bisa berhenti. Aku ingin tahu dimana letak hatinya sampai tega melakukan hal ini padaku. jikapun dia datang untuk membuatku tersenyum, kenapa ia tega membuatku menangis sampai berdarah.

Luka ini akan menjadi sakit yang begitu abadi. Aku tak bisa melupakannya begitu saja. dalam kesakitanku aku masih mengharapkan dia kembali. Aku mencintainya, seperti yang kebanyakan orang rasakan. Aku ingin tua dan mati dalam peluknya, bersandar pada pundaknya. Yang membuat hatiku tentram. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan berharap padanya. Aku tidak ingin tahu sampai kapan aku mencintainya. Akan kubiarkan rasa cinta ini mati dengan sendirinya, atau mungkin aku yang akan mati karenanya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "[Story] Ungkapan hati sang sahabat - Apa yang kita harapkan tak sanggup kita dapatkan"

Posting Komentar