My Lost Diary - Ketika Aku Jatuh Cinta

"Ketika Aku Jatuh Cinta"


Jika masih bisa mulutku bicara, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. namun kenyataannya terlalu sulit untuk mengatakan kalimat itu, terlebih lagi dia tidak mengenal siapa diriku.

Aku berusaha melupakan seseorang yang menjadi bulanan tidurku. namun rasanya sulit jika setiap hari aku melihatnya. aku hanyalah seorang wanita yang sama dengan lainnya, mengharapkan seorang lelaki yang dapat menjadi sandaran namun tidak menyulitkan ia atas beban yang ku tanggung.



apa yang bisa kuharapkan selain seorang lelaki yang berkepribadian kuat, pandai dan memiliki perasaan yang peka. Peka terhadap situasi dan apa yang kurasakan. terkadang aku menangis, saat cinta yang kurasakan hanyalah sebuah gambaran yang tak dapat ku wujudkan.

Dia terlalu jauh dan sulit kugapai padahal dia sudah berada di depan mata. Terkadang, aku berusaha memimpikannya sebelum tidur. Sebagai mengantar tidurku yang paling manis. Namun aku tak berani terlalu jauh mendambahkannya atau nantinya aku akan terjatuh, dan sakitnya lagi tak dapat bangun dari tempat itu.

Dia adalah lelaki berkulit putih langsat cerah, tubuhnya tinggi, kedua matanya sipit dilapisi dengan kaca mata hitam agak tebal, rambutnya ikal berwarna hitam pekat. Jangan tanyakan soal wajah, bagiku dia sangat tampan di padu dengan kepribadiannya yang tenang dan berwibawa. Sering kali aku menyebutnya dengan suplement, dimana dia selalu menjadi penyemangatku dan mengisi energiku yang surut. Dia sudah menyita segala perhatianku terhadap pria lain. Namun sayangnya, mengenalku saja tidak. Kami hanya sebatas tahu. Sejak kecil dia sering datang kemari selama liburan sekolah, tapi sekalipun aku tak pernah bercakap-cakap dengannya. Bahkan mungkin dia tidak mengenal siapa aku dan siapa namaku.

Aku dan dia terlalu jauh, dari segi fisik maupun derajat. Aku sadar diri bahwa diriku hanyalah wanita biasa. Aku juga berharap agar rasa cintaku ini segera pergi dari hatiku dan digantikan dengan yang lain. Akan tetapi semakin aku memaksakan untuk melupakan dan berpaling, aku semakin jatuh cinta padanya dan semakin menjaga perasaanku untuknya. Aku begitu mencintainya, dan ingin berada di sampingnya. menemaninya ketika tidur, menyiapkan makanannya setiap hari, menyiapkan segala keperluannya, memijat kakinya ketika lelah, dan tertawa bersama menikmati senja dengan segelas teh hangat buatanku sendiri.

Aku ingin menjadi ibu dari anak-anaknya kelak, merawat dan mencintai mereka dengan sepenuh hati. Kemudian menikmati hari tua bersama, aku dan dia. Aku tidak akan menuntut apapun padanya selain tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Yang menjadi imamku, menjadi ayah dari anak-anakku. Akan kuterima segala kekurangannya dan akan kulengkapi dengan kelebihanku. Apapun itu, asal bersamanya.

Mungkin aku terlalu berlebihan, namun inilah cintaku adanya untuk dirinya yang jauh di sana. Aku hanya bisa berdoa bahwa nantinya dia memanglah jodohku.

Salam, semoga cinta yang kalian harapkan dapat kalian gapai dengan mudah. Allah maha mengabulkan.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "My Lost Diary - Ketika Aku Jatuh Cinta"

Posting Komentar