[Fiksi] MoonLight (Remake)



Title              :   MOONLIGHT
Author           :  Iswan D.Oppa
Beta Read : Mentari Lee
CAST       :
- DO KYUNGSOO 
- KIM SEUL MI
- Other
Genre       : Supernatural


----------------------------------------------------------
Remake : Mentari Lee


Tak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini terasa berbeda dan aku tak mengerti apa itu. Belum lagi rasa dingin yang menyerang ku,membuatku tidak bisa beranjak dari tempat tidur-tetap terbungkus selimut diatas ranjang. Padahal malam ini langit begitu cerah, bulan dan bintang menggantung riang di atas sana, sungguh indah. Bahkan cahayanya menembus jendela kamarmu, memberi sedikit cahaya temaram dalam ruang kecil ini. Gemerisik angin diluar sana terdengar jelas dari dalam kamarku, aku hanya berpikir bahwa itu hanyalah hembusan angin yang menyeberangi halaman rumahku, mungkin mendominasi suasana dingin di musim panas kali ini.

Lambat laun, aku mulai terlelap. Namun kedua mataku yang baru saja terpejam kembali menyala, aku mendengar suara jendela terbuka. Seingatku, aku sudah menguncinya sebelum beranjak tidur. Mungkin saja suara itu berasal dari kamar kakakku yang berada disebelah kamarku. Dan kudapati jendela kamarku dalam keadaan tertutup rapat. Akupun kembali tidur, malam masih panjang.

Aku menggeliat, menahan perutku yang sedikit melilit. Seharusnya aku buang air sebelum tidur, agar tidur malamku tak terganggu dengan hal seperti ini. Selalu saja, dan ini sering sekali kulakukan. Dengan malas aku menarik selimut, meskipun rasa kantukku tak dapat tertahan, aku juga tidak ingin membasahi ranjangku. Dan lagi, aku mendengar gerak jendela terbuka. Padahal aku sudah berada di kamar kecil dan terduduk diatas kloset. Tak ingin berlama-lama, aku segera kembali kedalam kamar setelah selesai.

Sedikit banyak aku sudah kembali sadar, kembali masuk kedalam kamar dan… jendela kamarku yang tadinya rapat kini terbuka sepenuhnya. Yang mengizinkan angin malam masuk dengan leluasa. Memberikan hawa dingin tanpa AC dalam ruang kecil ini. Aku berjalan ragu, bermaksud untuk menutupnya kembali.  Kupandangi pekarangan kecil yang menghadap kamarku, mana mungkin ada orang dijam tidur seperti ini. Jalanan masih begitu hening dan hanya suara belalang dan angin yang mengisi keadaan diluar sana.

Aku menghela napas dan kembali menutup jendela itu, menguncinya-tentu. Dan dalam hitungan detik aku sudah tenggelam diatas ranjang kecilku, mengubur diri didalam selimut dan bergelut dengan mimpi. Tanpa sengaja aku mengerjap, saat sesuatu yang berwarna hitam melintas dihadapanku. Membuat bulu kuduku berdiri. Pandanganku menyapu seluruh ruang kecil ini. Mencari sesuatu yang tanpa kusadari membuatku takut.

 Aku sedikit terkejut saat menyadari jendela kamarku kembali terbuka. Udara dingin kembali masukmenyapaku. Dengan berbalut selimut, aku beranjak dari tempat tidur dan menutupnya kembali. Apa mungkin jendela ini sudah rusak, jadi karena angin saja bisa terbuka sendiri. Entah, tak banyak berpikir, akupun kembali tidur. Besok aku harus kembali kesekolah dan tak ingin tertidur di saat jam pelajaran dimulai.

**

“Kyungsoo-ya! Bangunlah atau kau akan terlambat! Apa kau tidak mengerti aku sedang ada ujian hari ini? Appa juga sudah menunggumu dari tadi! Apa kau ingin berangkat sendirian kesekolah?”

Teriakan itu berhasil membangunkanku. Dia kakakku, yang berwajah imut tapi tak kalah galak dengan ibuku. Dia juga sangat cerewet. Aku tidak mengerti kenapa dia seperti itu, padahal aku adalah tipe lelaki yang begitu pendiam. Kami memiliki sifat yang berlawanan.

“Ye, ye! Aku akan segera bangun dan tunggu lima menit lagi!” Sahut kusembari bangkit dari tempat tidur. Sungguh, setiap pagi rumah kami selalu saja ramai seperti ini.

Kulangkahkan kaki menuju kamar mandi setelah menyambar handuk dengan malas. Kuposisikan diriku duduk diatas kloset dan mengosok gigi. Rasanya, aku ingin tidur lagi.

Setelah ritual mandiku selesai, aku menatap diriku seperti biasanya. Memakai seragam dengan rapi dan cepat-cepat membereskan buku untuk hari ini. Dan.. sialnya! Aku lupa mengerjakan PRmatematika untuk hari ini.

“YAK! Kyungsoo!” Teriak Ryewook hyung sekali lagi. Sebenarnya tanpa dia berteriakpun aku bisa mendengarnya.

“Sebentar lagi…” balasku cepat.

Setiap pagi, mereka akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ibuku mengelolah bisnis keluarga kami, jika ada waktu luang saja ia akan memasakkan sarapan untukku. Ayahku adalah seorang pekerja kantoran. Dia manager yang begitu sibuk, seperti yang kalian ketahui. Dan kakakku, dia sedang belajar di Universitas tentang kedokteran. Dan aku, masih seorang pelajar menengah atas dan terkecil dirumah ini.

Dan karena sebagai anak terkecil dirumah ini, aku selalu saja mendapat perhatian lebih dari mereka. Yang menurutku begitu keterlaluan. Ayah dan ibuku selalu berpesan agar aku selalu giat berlajar agar nantinya aku bisa menyusul kakakku. Mereka pikir aku tak cukup pintar, tapi memang benar. Aku tidak sepandai kakakku. Dan selalu saja, aku direndahkan.

Setelah menyiapkan seluruh keperluan sekolah, kedua mataku menatap jam meja-yang sudah memberi tahuku bahwa aku benar-benar terlambat.
Shit! Umpatku dalam hati dan segera meluncur keluar. Menyapa seluruh keluargaku yang mungkin sudah siap meninggalkan rumah.

**

“Kau terlambat?”

Aku hanya meliriknya dengan tatapan gemas. Jelas dia tahu aku sedang terlambat. Dan selalu saja, dia akan mengusik kehidupanku. Dia Suho, ketua kelas yang selalu saja mengurus hal pribadiku.

“Kau tak punya jam weaker? Ah, jelas saja. Mana mungkin kau bisa membelinya, babo!”

Dan yang ini adalah Baekhyun. Sahabat Suho,teman sebangku dan mereka bagaikan dua sejoli yang selalu saja siap mempermasalahkan segala sesuatu yang berhubungan denganku. Kini, mereka berdua berdiri dihadapanku, menghentikan langkahku untuk masuk kedalam kelas.

“YAK! Apa yang kalian lakukan?”

Arah pandang kami beralih pada seorang gadis yang berdiri membawa sapu kelas. Dibelakang Baekhyun dan Suho.

“Mau menganggunya? Apa kalian tidak tahu kalau Kyungsoo adalah teman kencanku sekarang?” ucapnya lantang, membuat seisi kelas terdiam. Bahkan membuat jantungku jatuh dari rongganya. Teman kencan?

Seul Mi, dia adalah gadis berkepribadian ganda.Terkadang ia akan menjadi gadis yang manis layaknya gadis lainnya. Namun terkadang ia lebih ganas dibandingkan anak laki-laki. Sifat dan tingkahnya,semua penghuni kelas ini sudah sangat menghafalnya.

“Kau lagi,” Baekhyun memutar bola matanya muak. “Kenapa harus kau!” mereka berdua tahu apa yang akan Seul Mi lakukan jika mereka berani melawan. Memukulkan sapu itu pada tubuh mereka dengan brutal, tentu saja.

“Kali ini kau beruntung.” Bisik Suho saat melintas dihadapanku kemudian pergi. Sedikit banyak, aku merasa lega.

Seul Mi tersenyum cerah dihadapanku. Yang saat itu aku tidak tahu harus membalasnya bagaimana. Dia menurunkan sapunya, berjalan mendekat. Aku melangkah mundur, sedikit menjaga jarak.

“Um, gomawoyo.” Aku membungkuk. “Tapi Seul Mi, sejak kapan kita berkencan?”

Dia membulatkan matanya, terkejut. Aku menatapnya bingung, apa aku salah bicara? Dan kulihat bibir Seul Mi bergetar. Dan pergi dari hadapanku. Yang semakin membuatku bingung.

Bel pertama berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai. Dengan tergesa aku menuju bangku dan duduk di sana. Ssaem sudah masuk setelah aku sampai dibangku. Kaca mata tebalnya itu lebih mengerikan ketimbang bibirnya yang menjerit jika menyuruh kami mengerjakan soal di papan tulis.
Ia memberikan tugas pada kami. Beberapa soal yang menyebalkan dan membuatku penat. Aku memang tidak terlalu suka dengan ilmu sejarah, meskipun dari tahun ketahun sama, tetap saja membosankan. Dan eluhanku terdengar keras keseluruh penjuru kelas. Sampai aku mendapat teguran dari ssaem.

“An..aniyo seosaemnim.” Jawabku terbata.

“Jangan malas! Kalian harus giat belajar untuk semester ini., dan lagi, hari ini Seul Mi ijin. Tadi dia pulang karena kesehatannya yang kurang baik, jadi tolong setelah mengerjakan tugas, gantikan Seul Mi untuk mengantar tugas kalian. Araseo?”

“Ye….”Jawab kami serempak.

Aku tertegun, benarkah Seul Mi pulang. Padahal tadi dia baik-baik saja. Atau jangan-jangan.. semua ini karena aku?

**

Kuputuskan untuk datang ke rumah Seul Mi hari ini. Setidaknya aku meminta maaf padanya. Dia sudah membantuku tadi. Seharusnya aku tidak usah mengatakan hal lain. Dia berkata seperti itu karena ingin membantuku. Aku memang bodoh.

“Chogio?” salamku sembari mengetuk pintu.

Seul Mi menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Dia menatapku bingung, kemudian mengernyit. Dari sorot matanya, dia kesal padaku.

“Ada apa?” ucapnya kaku. Aku menunduk.

“Aku ingin meminta maaf. Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu.” Jelasku, berusaha menatapnya.

Kusodorkan cokelat yang ku bawa. Kemudian mengulas senyum tulus. Dia menatapku lagi, kedua alisnya bertemu ditengah.

“Kau pikir aku sakit karenamu? Huh! Yang benar saja? Pergilah.”

Dan dalam satu kali hentakan, Seul Mi menutup pintunya. Hatiku meringsut, sesak. Jadi, dia tidak memaafkanku. Yah seharusnya aku tahu.
Aku putuskan untuk kembali ke rumah. Tidak ada gunanya juga jika aku menunggu diluar sini. Hanya akan membuatnya tidak nyaman.
Sesampainya di rumah aku langsung menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur, tanpa melepas sepatu. Rasa kantuk yang menyerangku sepanjang pelajaran tadi, akhirnya bisa kuluapkan siang ini.

**

Aku terbangun, saat hari sudah semakin sore bahkan akan beranjak gelap. Aku tertidur terlalu lama dan ini akan menjadi masalah jika kakakku tahu, dia akan berteriak memanggilku dengan sebutan pemalas. Akhirnya, aku memutuskan untuk mandi. Membersihkan diri akan mengembalikan semangatku.

Tanpa kusadari, langit sudah gelap. Diluar sana sedang hujan lebat dan aku hanyalah seorang diri dalam rumah ini. Ayah, Ibu dan Kakakku sibuk dengan urusan mereka masing-masing. 

Tampak dari dalam, suasana diluar sana begitu mengerikan. Desah angin dan derasnya hujan, gerak pepohonan yang menakutkan membuat suasana malam ini semakin mencekam. Aku beralih menuju dapur, ingin mengusir rasa lapar yang mampir keperutku. Segera ku obrak-abrik seisi lemari pendingin, na'asnya-tak ada satupun makanan yang bisa kusantap. Terpaksa aku membuat makananku sendiri, mengambil sekotak kimchi dan pasta. Memasak sebisaku.

Aku mengernyit saat mendapati sehelai bulu putih didalam kotak kimchiku. Tidak mungkin seekor angsa tersesat kedalam lemari pendingin. Lalu? ini bulu apa?

Tak lama dari itu, suara debuman keras tiba-tiba menyeruak dalam ruangan dapur. Sesuatu jatuh dari atas sana, bercahaya dan membuatku hampir mati kaku, terkejut. Sesosok wanita terduduk dihadapanku, rambutnya tergerai dan anehnya... dia bersayap. Dan ketika dia bangkit, aku menjerit. dikejutkan oleh lebarnya sayap yang ada di belakang punggungnya.

"Nu...gu!" Kalian bisa bayangkan seperti apa aku berteriak.

Dia menghadapku, tubuhnya bercahaya. Kemudian ia mengulas senyum, menatapku dengan matanya yang berwarna biru cerah.

"Aku... MoonLight."

------------------------------------------------------------

Original : Iswan D.Oppa (No Edit)



Tidak Sepertimalam-malam sebelumnya malam ini rasanya ada sesuatu yang bergejolak di hatiaku, tetapi aku sendiri bingun apa itu. Belum lagi rasa dingin yang menyerangku , membuat aku tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Padahal bulan malam inisungguh indah, bahkan cahayanya bisa masuk sampai ke kamarku.tapi apa dayadingin ini rasanya sampai ke tulang-tulangku. Sesekali, terdengar suara anginyang bertiup cepat, di benatku itu Cuma angin biasa, maklum suasana malam inisangat dingin. Lama-lama , terdengar suara jendela berdecit.. Aku tidakmengiraukannya karena seingatku aku sudah mengunci jendela kamarku  dengan rapat sebelum tidur, palingan suarajendela dari kamar hyung aku( pikirku dalam hati).tiba-tiba rasa yang aneh inimuncul, perutku mulai sakit, mungkin kandung kemih ku sudah tidak bisa  menahan air seniku  karena sudah setengah jam aku mesti menahanbuang air kecil ini. Tapi kali ini aku tidak bisa menahannya lagi. Denganlangkah cepat ditambah raut muka ngantuk aku mulai menarik selimut tebal yang dari tadi kulatakan di tempat tidurdan segera aku berjalan ke kamar mandi . sesekali terdengar lagi suara jendelaberdecit. Saat aku keluar kamar mandi , dengan langka cepat aku kembali kekamar. Tapi sosok banyangan hitam sepintas lewat di hadapan ku. Aku segeraberlari sambil menarik selimut tebalku. Saat aku tiba di kamar aku melihatkamarku ku lihat jendela kamar ku tebuka,sehingga angin malam masuk ke kamarkumembuatku menggigil . segera ku tutup rapat jendelaku dan langsung melanjutkantidurku yang dari tergangu oleh angin dingin ini.




“Kyungsoo bangun,woiii kyungsoo bangun kamu mau telat yah, appa udah nunggu dari tadi nih, akujuga ada ujian jam pertama, kalo kamu masih lama aku tinggalin nih” teriakhyung gue yang paling pintar dan galak sedunia.
“iya,iya aku bangun, tunggu aku sudah maumandi” teriakku cepat sambil segera berlari ke kamar mandi.
Setelah aku selesai  aku langsung masukin buku-buku pelajan hari ini.
“mampus,, PR MTK aku belum selesai, bisa-bisague kena hukum lagi nih” pikirku.
“kyungsoo,, ohhh kyungsoo cepattt’ eriak hyunggue sekali  lagi.
“iya aku lagi mau pake seragam ini” teriak kucepat.
“yah udah deh nanati aja disekolah” ujarku
Yup, setiap pagi memang seperti ini keluargaaku semuanya super sibuk, amma aku sibuk ngurus desain buat butik, appa akusibuk ngurus kantor dan hyung gue yang super galak sibuk dengan pelajaran untuk menjadi dokter. Aku sudahterbiasa dengan ejekan dan cemohan dari kedua orang tua aku datambah lagidengan hyung gue itu. Orang tua aku selalu bilang “kamu mesti belajar lebihgiat lagi kyungsoo kamu mau jadi apa nanti saat kamu besar, mau jadi berandal”.Hampir setiap hari aku mendengar nasihat itu, tapi yahhhh masuk telinga kirikeluar telinga kanan.
Mapus, gue telat, yah dapat hukuman lagi nih(pikir  gue).
Suho : ciee, cie, yang telat,
Baekhyun : makanya kalo di kamar itu pakealaram donk ohhhh,,, iya gue lupa loh endk tau cara pakenya kan?? Dasar UDIK .
mina : woi, kenapa kalian ngejek pacar gue,emang masalah buat emak loh kalo  kalobanby gue telat?, kenapa pada diem??, takut ?? mau mukul ??
Baekhyun : kalo loh bukan cewek gue udah bikinloh bonyok dari tadi.(muka kesel)
Kyungsoo : ( sambil menarik tangan minakeluar)kamu... kamu .... kenapa sih, emang kapan kita pernah pacaran, dan  satu hal lagi kamu juga endak usah nyampurinurusan gue, ini urusan cowok ( bentakku kasar )
Tiba-tiba sebuah tetesan air keluar dan mulai membasahipipinya yang tembem itu, seketika  diaberlari pergi dari hadapan aku.
Kyungsoo : ehhh, loh kok dia nangis ?? emangaku tadi bilang apa’an yah ??, aduh bisa-bisa gue kena masalah lagi nich.Aduhh.. aku sepertinya aku mesti minta maaf nih ( pikirku dalam hati ).
Mina... mina... tunggu ... loh kemana tuhcewek kok langsung ngilang aja ( tanyaku )
Lonceng kelas berbunyi, artinya jam pertamasudah di mulai,yah aku mesti cepet masuk kelas nih, jam pertama tapi gurunyakayak singa.
Guru : hari ini kalian semua kerja halan 150,lalu kumpul nanti di depan kalo sudah selesai, ibu mau ke ruangan kepalasekolah dulu,
Kyungsoo : yah soal beranak lagi
Guru : kyungsoo kenapa ? kamu mau komplen ??
Kyungsoo : endk bu,, ( jawabku cepat )
Guru : ohh iya anak-anak mina hari ini tidakmasuk kelas, dia tadi pulang karena alasan kesehatan, ingat jangan adah yangribut dan jangan ada yang keluar ke kantin .
Kyungsoo : haaa ?? mina pulang, astagajangan-jangan gara-gara gue lagi nih ? Mestinya gue ke rumah si mina dan mintamaaf ke dia nih, tunggu, aku mesti bwah apa’an yah ?? i enaknya bawah apa yah??  udah bawah coklat aja, dimana-manacewek suka yang namanya coklat ( pikirku girang dalam hati )
Akhirnya gue berani’in diri ke rumahnya simina, meskipun gue radah takut, tapi demi minta mmaf gue beraniin diri.
Kyungsoo : selamat siang
Mina: lohh ,, ngapain loh kesini ??
Kyungsoo : mau minta maaf ( sambil menyodorkncoklat)
Mina : emang loh pikir gue cewek apa’an disogok pake coklat urahan kayak gini ( lngsung membanting pintu)
Akhirnya gue pulang kerumah denga perasaansedih plus bersalah



Sesampainya di rumah aku langsung menjatuhkantubuhku ke tempat tidur, langsung ku lepas sepatu dan ku tendang ke  bawah tempat tidur. Rasa ngantuk yang daritadi menyerang aku di sekolah akhirnya aku manjakan siang ini. Saat aku bangunaku sudah sadar jam dinding kamar aku sudah menunjukna jam 5 sore. Yah guetidur berapa lama nih. Angsung ku lepas semua pakain dan mengganti denga kaoshitam dengan merek dari butik ibu gue. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku, sehelai bulu putih tergeletak di lantai.
“ loh ini bulu apaan, bulu ayam atau bulubebek, atau bulu burung hantu atau apanya, kok gue belum pernah megang buluyang selembut dan seringan bulu ininya. Bulunya juga harum,(sambil menciumaroma bulu tersebut) bukan bau ayam maupun unggas pada umumnya.warnanya jugacantik banget nih, udah ahh foto dulu lalu upload di IG biar exis” pikirku
Tapi lagi-lagi aku menhiraukannya dan segerake ruang kelurga, kunyalakan TV dan mencari lagu-lagu korea kesukaan aku, tapisalah satu siaran yang mengangu niatku, biasanya aku paling malas untuk nontonberita, tapi kali ini berita lain . di kabarkan tadi malam adalah penomenaSUPER MOON ( BULAN BESAR)  dan sebagianwarga khususnya dari daerah gamnam melihat sosok wanita dengan rambut panjangdan memiliki sayap melintasi atap rumah mereka. Bahkan salah seorang saksi matamemperlihatkan bulu yang diyakini sebagai bulu sosok wanita tersebut.
“hahahahahahah, mirip FF aj nih” pikirku geli
“tunggu,kok bulunya mirip sama bulu yang akutemuin yah ??
 (berlarike kamar ) “loh kok mirip banget yang ada di tivi yahh ?” pikirku aneh
O_O~Malamnya~ O_O
Malam ini hujan turun lebat banget dan bulanmasih memancarkan cahanya meskipun dihalangi oleh awan gelap malam ini, aduhsuasanan makin dingin dari minggu kemarin, dan anehnya suara jedela berdecit yangkemarin malam aku dengar terdengar lagi, apa hyung lupa nutup jendela lagipikirku dalam hati. aduh perasan udah aku kunci jendela aku, tapi aku tidakberani kaluar dari selimut karena dinginya serasa sampai ke tulang-tulang aku.
Hujan malam ini lebat sekali, serasa airnyalangsung mengujur atap rumah aku, tiba-tiba terdengar langkah kaki darikejauhan. Aku berusaha menutup mata ini tapi rasa dingin dan rasa takut inimembuatku terjaga dari tidurku malam ini.
Langkah kaki yang aku lama-kelaman makinmendekat ke kamar aku, peraan aku mulai makin takut, kakiku yang tadi kedinginakarena cuaca malam ini kurasakan membeku karena rasa takut ini. Lalu terdengerpintu kamar ku berdecit seakan terbuka, kali ini kuberanikan diri untuk membukaselimutku yang dari tadi menutupi tubuhku. Tapi ternyata yang kulihat“ahhhhhhhhhhhhhhhhhh” teriakku. “ kamu siapa?”tanyaku ,” kamu sedanga apa dikamarku”tanyaku lagi. “Kamu makluk apa “ tanyaku lagi. Bagaimana aku tidakterkejut seorang cewek yang basah kuyup dengan sayap di punggunya yang diberitakan tadi sore ditivi sekarang ada di depan mataku. “tolong jangan sakitiaku” perintahku lemas bercampur takut.
“kyungsoo, kamu kenapa  sih tengah malamgini kok teriak-teriak!!” teriak amma gue
“ahhh,,, anu” belum aku mennyelesaiakanteriakan ku
“ aku mohon bantu aku, jangan laporkan aku tolongg, sayap kau basah tolonglahh, aku akan segera pergi setelah sayapku kering“ kata si cewek mesterius didepanku.
“ ahhh,, iyaa” jawabku pelan. “anuh maa, Cumatikus tadi loncat di depan aku” teriakku .
“makasih” jawab si cewek misterius di depanku
“ohh, kamu pasti kaget melihat aku, nama akuAlice, aku malaikat kau tau “ sambil memutar badan meperlihatkan sayapnya yangbasah kuyup.
“haaaa,, ?? sungguh lalu kenapa kau disini,apa yang kau lakukan di bumi, dan sedang kau mengendap mala-malam ke dalamrumah aku tengah malam begini” tanyaku penuh rasa takut dan heran
“kalo yang itu, ceritanya panjang, tapi bolehaku minta handuk atau selimut aku kedinginan disini” jawabnya dengan mengigil
“ohh, maaf pake selimut aku,, ayo duduk akuambilkan handuk, tunggu” jawabku cepat
“makasih” jawabnya manis sambil tersenyum
“ini handuknya, keringkan sayapmu nanti kamubisa sakit” sambil menjulurkan handuk
“oh iya kamu belum menjawab pertanyaanku tadi“ tanyaku heran
“ maaf yah,,, aku datang kerumah kamu tengahmalam begini, aku sebernnya datang dari planet EXO.
<flash back>
kami bangsa malaikat semuanya tinggaldisana,tapi disana sangat membosakkan, suatu hari aku menemukan buku tentang“PLANET YANG BERPENHUNI” di buku ini aku mengetahui bahwa ada planet yangbenama bumi yang di huni oleh bangsa dan di buku tersebut juga menjelasakancara para malaikat pergi kabumi dengan cepat. Caranya dengat mengucapkanpermohonan saat bulan sedang besinar, saat aku coba ternata berhasil dan akuberasa disini tepatnya diruangakn sebelah. Kemarin malam aku keliling-keliling  dan pemandangan dari atas cantik seali banyaklampu dan mobil . dan malam ini aku keluar lagi dan tiba-tiba hujan lebat dansayapku jadi lepek dan aku tidak bisa terbang lagi untungnya aku sudah tibahdisini, jadi aku mencari alat untuk mengerikansyap aku, dan aku bertemu kamumalam ini.Sebernnya kami kaum malaikat tidak boleh meninggalkan planet kamikarena saat kami berada jauh dari planet kami dalam waktu yang lama maka kamiakan mati, dannnn kamu juga tidak boleh dilihat oleh makluk apa pun termasukmanusia, tapi karena aku butuh bantuan kamu jadi mau tidak mau.
<flash back off>
“okk,okkk jadi kamu yang kemarin malam terbangdan bikin gempar satu kota “ tanyaku
“haa,,?? Masa sihh, perasan aku Cuma terbangdeh” jawabnya polos
“justru itu,, karena kamu terbang” jawabkkuagak kesal, “ sudah lah,, sini aku keringn kan sayap kamu biar cepat kering”ajakku. “ ngomong-ngomong kamu tidak takut sama aku, aku bisa saja mengurungmudisini dan berbuat macam-macam terhdapamu atau bahkan  menjualmu dan aku jadi kaya.” Tanyaku lagidenga heran sambil mulai mengelap sayap putih ini
“haha,, abi bisa baca pikiran  dan isi hati seseorang, dan aku liat kamuorangnya baik” jawabnya pasti. “ dannnn jika kamu mau macam kamu sudahngealuinnya itu dari tadi “ jawabnya pasti


Seisi rumah langsung bangun mendengarmendengar teriakan yang cukup keras di tengah malam ini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "[Fiksi] MoonLight (Remake)"

Posting Komentar